Pertama kali mendengar Hi-Lo memiliki lini produk Hi-Lo Soleha, saya tidak habis pikir.
Memang apa bedanya antara susu soleha dan yang tidak soleha?Lalu apa hubungannya antara minum susu dan menjadi soleha?
"Kalau Hi-Lo Soleha minumnya pake Bismillah kali," begitu canda seorang teman.
Saya pun penasaran mencari Hi-Lo Soleha di supermarket. Ingin mengecek kandungan susunya. Kemasan Hi-Lo Soleha memasang model perempuan berjilbab (Ya iyalah!). Dan ini dia alasan 'bernuansa' medisnya : susu ini diformulasikan khusus untuk perempuan berbusana muslim agar memenuhi kebutuhan vitamin D. Berdasarkan penelitian tubuh perempuan berbusana muslim ini kekurangan vitamin D karena kurang terpapar sinar matahari.
Ternyata ada lagi tambahannya. Pada iklan produknya disebutkan bahwa Rp 500 dari setiap pembelian satu dus susu itu akan diinfakkan secara syariah. Hmm...
Yah, namanya saja jualan. Hi-Lo sebagaimana Sunsilk ingin menyasar segmen yang spesifik dan memang cukup gemuk di Indonesia. Tapi mau nggak mau saya jadi bertanya-tanya benarkah penelitian ini sahih?Bukankah sumber vitamin D juga tak hanya dari sinar matahari--> jadi gak ada kaitannya dengan tertutupnya pakaian juga dong. Atau benarkah yang soleha cuma yang berjilbab saja ?Kalau Hi-Lo memang mau melakukan aspek sosial dalam penjualan produk bukannya si Solihun juga harusnya ditawarkan hal yang sama ya?
Anyway, saya sih akhirnya memilih Anlene rasa coklat (huauauua iklan deh). Pertama karena susunya lebih kental dan tidak terlalu banyak gula. Kedua, karena saya memang lebih senang dianggap tidak soleha

.
Ps : keheranan sejenis terhadap Hi-Lo Soleha saya temukan juga di blog rekan MP-ers
http://linasitorus.multiply.com/journal/item/41/SUSU_SOLEHA_aneh_....